Penataan Kota Islami Sebagai Sunnah Rasulullah

Tata kota islami pernah diwujudkan oleh Nabi Muhammad SAW saat menjadi pemimpin dalam membangun Kota Madinah. ada delapan hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan tata kota Islami.

Di antaranya pembangunan kota tidak merusak alam, pentingnya keberadaan ruang publik, pengolahan air yang berkelanjutan sehingga tidak menyebabkan bencana banjir dan sebagainya, pentingnya pengelolaan sampah karena kebersihan merupakan bagian dari iman, bangunannya harus menyesuaikan dengan kondisi alam.

Juga melakukan penghematan energi dengan mengembangkan bangunan ramah lingkungan serta membuat sarana transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan menempatkan jarak antara satu bangunan dengan bangunan lainnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Dan yang terpenting partisipaasi masyarakat dalam mendorong umat Islam untuk berperan memperbaiki kotanya.

Pembangunan tata kota dengan simbol-simbol Islam tentu akan menjadi lebih baik. Namun dengan tetap memberikan sentuhan khas setiap daerah akan lebih arif.

Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagaimana menciptakan kota Islam namun tetap mempertahankan kekhasan kearifan kota tersebut. Garis besarnya sebenarnya kota yang ramah lingkungan melestarikan alam. Itu yang Islami sebenarnya.

Jika tata kota islami ini terwujud, kata dia, maka akan ada tiga keuntungan yang dirasakan. Yakni Keuntungan ekologi, ekonomi dan sosial. Dengan begitu maka kesejahteraan penduduk kota meningkat dan pemukiman kumuh berkurang sehingga akan menjadi kota yang produktif dan kreatif.

Leave a Comment