Ketahui Kenapa Tubuh Bisa Kegemukan

Kegemukan terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary life style.

Namun penyebab obesitas jauh lebih kompleks dari sekadar ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Meskipun pandangan ini dapat menyederhanakan berbagai mekanisme terjadinya obesitas, namun obesitas jauh lebih dari sekedar hasil dari makan terlalu banyak dan/atau berolahraga terlalu sedikit.

Beberapa faktor yang diyakini terlibat dalam terjadinya obesitas antara lain:

Faktor genetik
Secara medis, obesitas dikategorikan sebagai suatu sindrom. Diketahui lebih dari 350 gen atau penanda gen berkaitan dan berkontribusi terhadap obesitas. Kecenderungan genetik seseorang untuk mengalami obesitas tidak berarti bahwa obesitas tidak dapat dihindari, karena dibutuhkan pula pemicu berupa faktor lingkungan untuk ekspresi potensi genetik obesitas tersebut. Faktor tersebut antara lain diet, olahraga, penyakit metabolik dan endokrin, serta obat-obatan.

Tingkat aktivitas
Aktivitas fisik yang dimaksud di sini adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olahraga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.

Faktor endokrin dan metabolik
Penyakit tiroid umum ditemukan pada penderita obesitas. Maka sebaiknya dilakukan pula pemeriksaan hormon tiroid sebelum dilakukan program penurunan berat badan. Keberadaan penyakit tiroid dapat menyulitkan pasien untuk menurunkan berat badan. Contoh penyakit endokrin lain adalah sindrom Cushing dan insulinoma.

Kebiasaan diet
Secara garis besar, mekanisme obesitas yang diketahui saat ini adalah peningkatan asupan makanan (terutama yang tinggi lemak), serta perbedaan kemampuan tubuh antar individu dalam mengoksidasi lemak dan menyimpan kelebihan lemak dalam tubuh. Kurangnya perhatian dan waktu untuk menyiapkan makanan di rumah juga dapat meningkatkan konsumsi makanan siap saji yang tinggi kadar lemak, sehingga berkontribusi pada obesitas.

Stres emosional
Depresi dikaitkan dengan peningkatan berat badan pada 10-20% kasus obesitas. Pada beberapa kasus, obesitas juga terkait dengan trauma atau kejadian emosional bermakna pada kehidupan pasien.

Riwayat diabetes gestasional.
Bayi dengan berat badan lahir yang tinggi, dan terutama mereka yang ibunya menderita diabetes gestasional, akan memiliki peningkatan risiko obesitas.

Secara garis besar, penurunan angka obesitas dapat dilakukan dengan perubahan pola makan dan aktivitas fisik dalam lingkup individu dan lingkup masyarakat. Tentunya hal ini membutuhkan dukungan dari pemerintah berupa perbaikan sektor kesehatan, pertanian, dan transportasi; perencanaan kota dan lingkungan; pengolahan makanan, distribusi, dan pemasaran; serta pendidikan bagi masyarakat.

Leave a Comment