DNA Positif Dapat Memacu Potensi Diri yang Terpendam

Albert Einstein yang sangat terkenal di seluruh    dunia ternyata ketika berumur sekitar 16 tahun beberapa kali dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap bodoh dan tidak bisa mengikuti pelajaran yang diberikan.

Namun Albert Einstein bisa menjadikan cemoohan orang sebagai cambuk dan memotivasi dirinya untuk berubah menjadi lebih baik. Setelah bertahun tahun menerima perlakuan yang tidak mengenakan Einstein mulai intropeksi, mulai rajin belajar, dan jauh lebih giat belajar dan akhirnya pada usia 26 tahun Einstein bisa menemukan sebuah rumus yang sangat terkenal di seluruh dunia dan dipergunakan hingga saat ini.

Siapa yang tidak mengenal rumus Relativity  E=MC2   E (Energi) = Massa X Kecepatan Cahaya ( Kuadrat )  sedangkan kecepatan cahaya adalah = 300,000 km / second.

Ketika para ilmuwan Neuro ( Neurologist ) menganalisa otak Albert Einstein tidak ditemukan perbedaan secara visual dari besar, bentuk, maupun berat tetapi setelah dianalisa lebih teliti lagi ternyata yang sangat significant berbeda adalah jumlah sambungan dendrite pada otak Albert Einstein jauh lebih banyak dari sambungan dendrite kebanyakan orang biasa.

Apa yang mempengaruhi “Sambungan Dendrite” dalam otak kita bertambah ? Penelitian lain juga menyebutkan bahwa sel sel DNA ( Dioxyribo Nucleic Acid ) yang aktive dalam manusia adalah sekitar 3% sampai 10 % dan ini saja sudah bisa membuat para manusia mampu menciptakan tehnologi yang tinggi.

Bagaimana seandainya manusia sudah bisa mengaktifkan sel sel DNA diatas 50 % ? Karena semakin sel sel DNA yang aktive maka sambungan dendrite juga akan otomatis bertambah.

DeoxyribuNucleic Acid (DNA) selama ini selalu dikenal untuk mengidentifikasi garis keturunan. Padahal, DNA tak hanya bisa dipelajari dari sisi medis. DNA juga bisa dilihat dari sudut pandang ilmu Psikologi.

Dari sisi ilmu psikologi, DNA bisa dioptimalkan untuk membangkitkan potensi diri. Lalu, bagaimana cara mengaktifkan DNA?

“DNA itu terdapat di setiap inti sel tubuh. Semua manusia memilikinya. Perbedaannya, hanya karena masing-masing punya pilihan dan keinginan yang berbeda. Selain itu disebabkan masih adanya gen yang padat dan belum mencair. Sehingga, perlu di-hidup-kan.

Kehadiran gen/DNA, setiap orang punya bakat dan potensi yang sama. Catatannya, harus membuka diri dengan berbagai kesempatan. Sikap penolakan selalu menjadi respon awal bila disodorkan sebuah kesempatan. Padahal, tawaran ini seharusnya ditanggapi secara positif dan yakin bahwa setiap orang bisa melakukannya, meskipun belum memiliki pengalaman. Ketika kesempatan direspon positif, maka gen akan hidup.

Ada beberapa cara untuk mengaktifkan DNA. Setidaknya ada 5 karakter positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu.

  1. Pertama, membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas. Wawasan yang luas dapat merangsang keinginan.
  2. Kedua, dengan keinginan atau dreams, dapat membangkitkan energi positif dalam diri.Tak hanya dari diri sendiri, menghidupkan DNA juga bisa distimulus dari lingkungan sekitar.
  3. Cara ketiga, menginspirasi momen yang dijumpai.
  4. Keempat, selalu berpikir positif, grab it first and do it! Artinya, selalu berpikir positif pada setiap kesempatan baru.
  5. Dan kelima, selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA bisa dimunculkan secara spontan dan berimplikasi positif bagi potensi diri.

Jika memiliki mimpi atau keinginan, berbagilah dengan orang-orang yang diyakini bisa memberikan dorongan. Dorongan positif yang yang didapatkan akan memacu DNA aktif.

Jangan bercerita dengan orang yang belum-belum sudah memadamkan semangat Anda.