Cara Mengatasi Kebotakan Rambut Tanpa Obat

Rambut rontok masalah klasik yang sering terjadi baik pria maupun wanita. Menurut American Academy of Dermatology, setengah dari jumlah pria botak mengalami kebotakan pada usia 50 tahun.

Gen memainkan peran yang besar dalam hal ini, dan para pakar sepakat bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan terhadap kebotakan terkait faktor genetik, meskipun beberapa obat dapat mengurangi terjadinya kerontokan rambut. Yang paling populer adalah minoxidil (Rogaine) dan finasteride (Propecia), di mana keduanya terbilang cukup efektif namun memiliki efek samping yang serius.

Meskipun demikian, ada banyak penyebab rambut rontok yang dapat anda kendalikan, Sesuatu yang sederhana seperti mengubah cara perawatan rambut bisa membuat rambut tumbuh kembali.

Rambut yang mati, bisa diakibatkan karena terlalu sering dikepang ketat. Di sisi lain, penggunaan relaxers kimia serta perlakuan kasar lainnya dapat menyebabkan rambut rontok.

Bahkan hanya dengan menarik rambut anda terlalu ketat pada saat ingin menguncir rambut juga dapat menyebabkan rambut rontok. Para ahli menyarankan untuk menggunakan conditioner secara teratur dan membatasi penggunaan pengering serta pengeriting rambut.

Pengobatan dan obat tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok. Orang yang menjalani kemoterapi dan radiasi terkait kanker akan mengalami kerontokan rambut, namun tidak banyak orang yang berbicara tentang bagaimana antibiotik dapat menyebabkan rambut rontok.

Obat lain yang dikaitkan dengan kebotakan adalah pengencer darah, beta-blocker, dan obat-obatan tekanan darah penghambat saluran kalsium (calcium channer-blocker), antidepresan, dan obat non-steroid anti-inflamasi untuk nyeri, termasuk ibuprofen.

Stres juga dapat menyebabkan rambut rontok. Merawat diri sendiri akan membantu rambut anda tumbuh kembali. Pola makan sehat, tidur yang cukup, dan olahraga teratur sangat dianjurkan.