Cara Deteksi Kebohongan Selain Bahasa Tubuh

Biasanya, kebohongan dideteksi dari bahasa tubuh dan gerakan mata. Tapi ternyata, ide tersebut dinilai buruk. Studi lanjutan menemukan bahwa usaha itu, meski dilakukan oleh polisi terlatih, membaca kebohongan dari bahasa tubuh dan ekspresi muka sering hanya sedikit membantu.

Mendeteksi kebohongan ternyata membutuhkan metode khusus. Berikut metode khusus yang digunakan tim tersebut untuk mendeteksi kebohongan seperti dilansir BBC.

1. Gunakan pertanyaan terbuka Ini akan memaksa pembohong untuk semakin memperluas cerita mereka sehingga mereka akan terperangkap sendiri dalam cerita bohong.

2. Buat pertanyaan tak terduga dan mengejutkan Pertanyaan tak terduga bisa membuat pembohong kebingungan. Selain itu, pancing mereka untuk bercerita tentang peristiwa yang telah lampau. Teknik ini akan membuat pembohong kesulitan untuk tetap mempertahankan cerita bohong.

3. Perhatikan hal-hal kecil. Jika seorang penumpang mengatakan masih mahasiswa di Universitas Oxford, tanyakan kepada mereka tentang perjalanan untuk bekerja. Jika menemukan kontradiksi, jangan menyela, akan lebih baik membiarkan pembohong membangun kebohongan tersebut.

4. Perhatikan perubahan kepercayaan diri. Lihat secara seksama bagaimana perubahan gaya orang yang berpotensi berbohong saat ditantang. Zona kenyamanan mereka terbatas dan mungkin saja bungkam saat mereka kehilangan kendali.

Deteksi kebohongan itu menggunakan percakapan biasa dibandingkan interograsi yang intens. Dengan tekanan yang lebih lembut, pembohong akan memperlihatkan kontradiksi dalam cerita mereka sendiri, atau mengelak dan respon tidak menentu secara jelas. Metode tersebut memang biasa, tetapi diyakini bahwa wawancara yang cerdas bisa lebih baik mengidentifikasi pembohong dibandingkan melihat bahasa tubuh

Leave a Comment