Homeschooling Pendidikan Generasi Milenial

Homeschooling secara sederhana berarti keluarga yang mengambil tanggungjawab sekolah dengan cara memilih mendidik anaknya di rumah dengan cara lebih fleksible dan mandiri. 

Orangtua secara aktif akan menentukan pendidikan berdasarkan kesesuaian dengan karakter anak. Mulai dari menentukan tujuan pendidikan, menentukan sistem pendidikan, memilih kurikulum, menentukan materi pelajaran utama hingga melakukan evaluasi proses pembelajaran.

Homeschooling termasuk jalur pendidikan yang sah dan dilindungi hukum di indonesia. Kelak anak Homeschooling dapat melanjutkan jenjang perguruan tinggi formal setelah lulus ujian kesetaraan.

Dalam Homeschooling orangtua berperan sebagai fasilitator, sehingga tak harus memahami semua ilmu. Orangtua hanya akan membantu mencari sumber belajar yang tepat. Bisa dari internet, mencarikan guru privat, membelikan buku atau belajar dari keseharian.

Banyak swasta membuat lembaga./institusi mirip sekolah dengan sebutan Homeschooling yang sangat fleksibel secara waktu dan mata pelajaran. Institusi atau lembaga ini mempunyai ruang kelas, menyediakan buku pelajaran, guru, menyelenggarakan tes semesteran dan membagikan rapor. Namun Homeschooling sejatinya tidak memerlukan itu.

Homeschooling menetapkan rumah sebagai tempat pendidikan dan belajar. Alam, aktivitas sehari-hari dan lingkungan sekitar adalah sumber materi pelajaran.Tidak ada waktu khusus untuk belajar. Setiap saat adalah pembelajaran. Orangtua harus cermat nan kreatif memberi makna dari tiap keseharian. Kemudian menautkannya dengan materi pelajaran yang sedang didalami oleh anak. Dengan cara ini, anak-anak akan menjadi pembelajar sejati yang alami.

Mereka akan menyadari bahwa tiap hal yang ada di sekitarnya adalah bentuk pembelajaran.Belajar tak selalu di dalam kelas, membaca buku, menghafal materi atau mendengarkan penjelasan guru. Menyapa tetangga, pergi berbelanja, membereskan rumah, berkebun juga termasuk aktivitas belajar.

Yuk kita Homeschooling.