Mengapa Wanita Harus Memakai Hijab yang Tertutup

Bila Allah Swt memerintahkan kaum hawa mengenakan hijab busana yang tertutup? Ternyata sejak dari jaman nabi terdahulu Nabi Musa, Nabi Isa, sampai Nabi Muhammad wanita diharuskan memakai hijab.

Firman Allah Swt dalam Al Quran: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. ( QS. Al-A’raf 7: 26 )

Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( QS. An-Nur 24: 31 )

Seorang ilmuwan wanita terkenal yang bernama Susan Fiske PhD dari Harvard University ( th 1978) , juga merupakan professor psychology di Princeton University, USA. Dia melakukan riset terhadap otak laki laki yang dipindai dengan memakai MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) Brain Scan. Hasil dari penelitian Susan Fiske disampaikan pada pertemuan tingkat tinggi bergengsi di Chicago, American Association for the Advancement of Science, pada akhir bulan April tahun 2009 atau hampir empat tahun yang silam.

Penelitian dan temuan ilmiah Susan Fiske menghasilkan penjelasan mengejutkan seputar wanita berpakaian hampir telanjang yang dilihat oleh kaum pria, temuan ini sangat menguatkan kebenaran ayat ayat Al Qur’an dan hadits yang tersebut di atas. Dalam otak lelaki yang memandangnya, gambaran kaum hawa berbikini, yang mengenakan baju mandi nyaris telanjang, dikenali bukan lagi sebagai manusia. Tapi mereka dianggap sebagai barang atau benda untuk dipergunakan. Demikian hasil penelitian ilmiah dari Susan Fiske tentang perilaku kaum pria.

Penelitian ini didasarkan pada pengamatan terhadap otak laki laki yang dipindai dengan menggunakan teknik MRI Brain Scan, yakni pemindaian otak melalui pencitraan resonansi magnetis. Ketika otak kaum lelaki yang sedang memandang para wanita dengan busana minim / bikini kemudian dipindai, maka ada bagian titik sensor yang ada pada otak laki laki menyala dengan terang. Dan ketika dianalisa lebih lanjut maka dihasilkan kesimpulan bahwa apabila bagian titik sensor tersebut menyala dengan terang maka dipastikan bahwa laki laki tersebut berpikiran sangat negative dan menganggap apa yang dilihat adalah barang yang bisa dipakai.

Dan ketika dipertontonkan kepada para laki laki tersebut para wanita yang berbusana sopan dan tertutup ( Pakaian Muslimah ) maka titik sensor dalam otak yang tadinya nyala dengan terang ternyata tidak menyala. Dalam penelitian tersebut ada dua lelaki yang tidak bereaksi terhadap para wanita baik yang berbusana minim maupun terhadap para wanita dengan busana Muslim. Sehingga dilakukan penelitian lanjutan terhadap dua orang lelaki tersebut, kemudian dipertontonkan kepada dua lelaki tersebut seorang laki laki yang ganteng, berbadan tegap yang hanya menggunakan celana pendek, dan ternyata baru ada reaksi pada dua lelaki tersebut dan dua orang tersebut ternyata adalah gay yang tidak punya ketertarikan kepada wanita.

Masih perlukah aturan khusus berpakaian atau menutup aurat bagi pria dan wanita di zaman semodern dan sebebas seperti sekarang ini? Tampaknya temuan ilmiah Susan Fiske tersebut memberikan masukan penting guna menjawab pertanyaan tersebut. Dari hasil penelitian tersebut sangat jelas merupakan bukti yang tidak bisa dibantah lagi terhadap kebenaran Al Qur’an dan Hadits Rasulullah saw.