Program Tahfidz Balita Optimalkan Kecerdasan Anak

Mungkinkah balita menjadi penghapal al Qur’an? Jawabnya sangat mungkin. Mempunyai anak balita penghafal Al Qur’an adalah harapan orangtua saleh dibelahan dunia manapun.  Tahukah anda banyak sekolah dari tingkat SMP sampai Perguruan Tinggi yang memberikan jalur khusus bahkan beasiswa bagi penghafal Al Qur’an.

Program tahfidz untuk balita dan anak (PROTAKIDS) Menggunakan Metode TABAROK yang dikembangkan oleh Syaikh Dr. Kameel el-Laboody dari Mesir yang telah mengantarkan ketiga anak beliau (TABAROK, Yazid dan Zeenah) menjadi Penghafal Al Qur’an dalam usia balita (kurang dari 5 tahun). Metode ini diakui diseluruh dunia sangat mensupport fitrah anak dan balita yang sedang tumbuh optimal kecerdasannya (golden age moments).

Anaknya jadi penghafal Al Qur’an kelak memberikan mahkota pada orangtuanya di akhirat, Namun ternyata tidak sedikit dari orangtua yang ingin anaknya jadi penghafal Al Qur’an tetapi bingung memulainya. Kapan sebaiknya anak mulai menghafal Al Qur’an, dimana sebaiknya anak menghafal Al Qur’an dan masih banyak pertanyaan yang ada dibenak orangtua. Jika Anda memiliki permasalahan seperti di atas, semoga artikel ini bisa memberikan jawaban.

KAPAN SEBAIKNYA ANAK MENGHAFAL AL QUR’AN?

Lebih cepat lebih baik, terutama saat anak masih dalam kandungan tepatnya semenjak ruh telah ditiupkan. Sebab saat itu telinga sudah berfungsi dan menangkap suara dari luar khususnya suara itu. Saat inilah anak perlu dirangsang dengan senantiasa melantunkan bacaan Al Qur’an sampai dia terlahir.

Kehidupan ini membutuhkan kecerdasan spiritual untuk pondasi langkah anak kita kedepannya. Dan salah satu yang bisa mengembangkan kecerdasan spiritual anak sejak dalam kandungan adalah lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan seorang ibu karena suara ibu memiliki resonansi suara yang sama dengan janin dan mampu menembus lapisan ketuban yang melaindungi janin.

Tapi bagaimana dengan ibu yang belum bagus bacaannya, atau kurang punya waktu untuk membacakan al Qur’an untuk sang janin. Yah, kalau itu kendalanya bisa menggunakan murotal Al Qur’an dengan perangkat apapun bisa musik box, MP3 Player, HP (tapi harus dengan mode airplane untuk mencegah radiasi), atau dapat juga menggunakan Speaker PROTAKIDS yang memang sudah diprogram untuk keperluan tersebut.

Baiknya sebelum anak terlahir, dia sudah pernah mendengarkan Al Qur’an 30 Juz sebagai peletakan sinaps atau titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Semakin banyak rangsangan semakin banyak sinaps terbentuk dan semakin cerdas anak. Ketika anak lahir dia akan membawa 100 milyar neoron aktif yang diperoleh dari rangsang yang distimulasikan orangtua khususnya ibu sejak dalam kandungan. Semoga dengan dibacakan ataupun diperdengarkan Al Qur’an 30 Juz maka akan terbentuk 100 milyar neuron aktif yang sebagian besar adalah Al Qur’an.

Bila saat hamil belum terbiasa didengarkan murotal. Baiknya jika usia anak masih belum 3 tahun, maka rajin-rajinlah dengarkan murotal dan jadikan murotal sebagai musik harian anak agar sangat familier dengan Al Qur’an. Anak yang terbiasa mendengarkan murotal akan mudah untuk diajak menghafal Al Qur’an. Sebagaimana anak yang sering mendengarkan Ipin & Upin maka kalau diajak bicara bisa dipastikan gaya bicaranya akan sama dengan Ipin & Upin. Hal itu bisa terjadi sebab apa yang ada di memori anak hanya Ipin dan Upin. Jadi sebelum anak berusia 3 tahun dia belajar secara pasif artinya hanya menerima saja dan telinganya merupakan alat yang sangat dominan untuk belajar. Ketika anak berusia diatas 3 tahun baru bisa belajar secara aktif, anak sudah bisa diajarkan hafalan secara aktif.

Anak usia 3 tahun adalah usia ideal untuk diajarkan hafalan secara aktif. Pertanyaannya biasanya muncul, apa bisa? Jika itu pertanyaannya, Justru ada beberapa pertanyaan yang harus Anda Jawab terlebih dahulu, biar persepsi kita sama. Pertama “Apakah nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ummi atau tidak bisa baca tulis?” Jika jawaban Anda iya, maka itu sudah benar sebagaimana difirmankan Allah dalam Q.S. Al-A’raaf: 157. Hal ini agar orang kafir tidak bisa menuduh bahwa Al Qur’an itu adalah buatan Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan Kedua “Apakah nabi Muhammad hafal Al Qur’an 30 Juz?”. Jika Anda juga sepakat bahwa nabi Muhammad SAW hafal Al Qur’an 30 Juz, maka itu juga benar. Bagaimana mungkin seorang pembawa risalah tidak hafal dengan apa yang diwahyukan kepadanya. Dua pertanyaan dan jawaban Anda membuat pertanyaan ketiga ini harus Anda jawab dengan benar. “Jadi apakah untuk hafal Al Qur’an Harus bisa Membaca dan menulis Terlebih Dahulu?”

Kenapa harus dimulai di usia 3 tahun, setidaknya anak sudah mulai dan terbiasa untuk bicara sehingga dapat menirukan orang lain saat proses talaqi atau menirukan bacaan guru. Pada usia anak sebelum Baligh model belajar anak memasuki masa akselerasi, disitulah masanya sang peniru ulung berkembang sehingga sayang jika diabaikan begitu saja. Anak cukup hanya sekali mendengarkan lagu dan langsung bisa menirukannya dengan benar lengkap dengan gaya penyanyinya. Alangkah sayangnya jika kemampuan tersebut hanya digunakan untuk menyanyi dan bertepuk-tepuk, tanpa ada upaya untuk mengisi Al Qur’an dalam memori Otak anak kita.

Leave a Comment