Perbedaan Mendasar Autis dan Down Syndrome

Kita seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap penyandang autis dan down syndrome sebagai salah satu cara untuk membuat mereka merasa lebih baik. Sayangnya, saat ini masih banyak orang yang menyamakan autis dan down syndrome. Padahal, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu Anda tahu seperti berikut ini:

Pada dasarnya, autis, asperger disorder dan PDD nose tergabung dalam satu kelompok yang dinamakanAutistic Spectrum Disorder (ATS). Kelompok ATS ini tidak dapat disembuhkan dengan obat, melainkan harus menggunakan terapi yang tepat dan dilakukan dalam jangka waktu panjang.

Secara umum, para penyandang ATS memiliki ciri khas yaitu kurang dapat melakukan komunikasi dan interaksi secara lancar. Mereka juga cenderung lebih suka menyendiri dan sering mengulang gerakan atau ucapan tertentu. Perilaku seperti ini dikenal dengan istilah mal adaptif.

Down syndrome tidak tergolong dalam kategori disorder (kelainan) karena dipicu oleh perbedaan kromosom sejak lahir. Rata-rata IQ para penyandang down syndrome berada pada tingkat borderline (di bawah IQ normal yang biasanya berkisar 90-110), yaitu hanya sekitar 50-60 saja.

Mayoritas para penyandang down syndrom memiliki ciri fisik yang sama, baik di Indonesia atau juga di negara-negara lain. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain mata sipit, hidung mungil, mulut yang mengecil dan sebagainya. Dan biasanya, penyandang down syndrome juga memiliki kelemahan fungsi fisik lainnya, misalnya saja pada jantung.

Ingat B’timers, penyandang autis dan down syndrome membutuhkan penerimaan yang baik dari lingkungannya untuk membuat hidup mereka lebih baik. Sebagai langkah awalnya, mengenali perbedaan autis dan down syndrome melalui informasi di atas tentu bisa jadi ‘panduan’ bagi Anda.

Leave a Comment