Metode Mudah Penghapal AlQuran Program Tahfidz Balita Cirebon

Keluarga Dr. Kamil, seorang Doktor berasal dari Mesir adalah keluarga penghapal AlQuran. Dr. Kamil sudah hapal 30 juz AlQuran, padahal beliau bukan berasal keluarga  pesantren. Gelar doktor beliau miliki pun bukan dalam bidang agama, tetapi dalam bidang farmasi sebagai apoteker. Begitu pula dengan isteri beliau juga merupakan doktor pada bidang sama.

Hal sama dapat dijumpai pada anak-anak beliau. Ketiga anaknya juga memiliki hapalan AlQuran tidak tanggung-tanggung 30 juz. Padahal ketiga anaknya masih berusia muda, bahkan sangat muda—Tabarok (9 tahun), Yazid (7 tahun), dan Zainah (5 tahun). Tabarok dan Yazid hapal AlQuran secara keseluruhan di usia 4,5 tahun, sedangkan Zainah baru saja menyelesaikan hapalan 30 juz di usianya 5 tahun. Subhaanallah.

Dr. Kamil membagikan ilmu mengenai metode menghapal AlQuran diterapkannya pada ketiga anaknya. Metode ini dihasilkan berdasar pencatatan interaksi Tabarok—anak sulungnya—dengan AlQuran dalam proses menghapal AlQuran oleh sang ibunda. Metode beliau kemudian dinamakan Metode Tabarok oleh Dr. Kamil dengan berdasarkan ayat AlQuran pada mimpi diperoleh isteri beliau ketika hamil—bukan dari nama anak pertama mereka. Metode tabarok kini telah diterapkan di luar Mesir, salah satunya Philipina, dan memperoleh hasil cukup memuaskan.

Tabarok mulai menghapal sejak usia 3 tahun. Pada masa-masa awal menghapal, Tabarok belum menghapal AlQuran dengan cara membaca. Bacaan AlQuran hanya diperdengarkan sembari mulai diperkenalkan pula pada huruf dan harakat AlQuran. Semua interaksi Tabarok dengan AlQuran ini dicatat oleh sang ibunda. Hafalan dimulai dari surat An-Naba hingga selesai juz 30. Hapalan dimulai dari juz 30 karena ayat-ayatnya relatif pendek-pendek dan sederhana. Setiap selesai dari suatu program hapalan, Dr. Kamil memberi Tabarok hadiah. Durasi hapalan di masa-masa awal cukup dengan ½ sampai 1 jam. Durasi 1 jam ini tidak harus dijalankan selama 1 jam penuh, tetapi boleh diselingi dengan bermain. Hanya saja, total jumlah waktu hapalan per hari harus konsisten mencapai minimal 1 jam.

Ketika Tabarok berhasil menyelesaikan juz 30 ini, hadiah besar diberikan kepada Tabarok. Juz 30 ini berhasil diselesaikan oleh Tabarok dalam 4 bulan. Setelah juz 30 selesai, hapalan dilanjutkan dengan juz 29. Hapalan juz 29 ini sudah dilakukan dengan cara membaca. Ketika selesai juz 29, hadiah kembali diberikan kepada Tabarok. Kedua juz ini menjadi pondasi dasar semua hapalan berikutnya dimulai secara berurut dari Al-Baqarah hingga akhirnya menyelesaikan 30 juz ketika berusia 4,5 tahun.

Secara garis besar, Dr. Kamil membagi metode hapalan AlQuran  dalam 7 tahap, yaitu:

  1. Hapalan juz 30, ditambah pengenalan huruf dan harakat AlQuran
  2. Juz 29, ditambah pengenalan kalimat AlQuran
  3. Al-Baqarah dan Ali-‘Imran
  4. An-Nisa’ hingga Al-Anfal
  5. At-Taubah hingga Al-Anbiya’
  6. Al-Hajj hingga Fatir
  7. Yasin hingga At-Tahrim

Dalam menghapal AlQuran ini, pasti terdapat berbagai godaan pada orangtua untuk ‘mengasihani’ anak sehingga dapat muncul kalimat-kalimat dari seperti “Cukup 1 juz saja.” Atau “Tidak apa-apa. Masih anak-anak ini.” solusinya adalah meningkatkan saling perhatian dan kerjasama di dalam keluarga.

Dalam menghapal AlQuran ini, ada tiga syarat utama harus dipenuhi. Ketiga syarat tersebut adalah

  1. Berdo’a
  2. Menyediakan waktu khusus untuk menghapal. Jika diperlukan, dapat dipasang alarm ketika tiba waktunya menghapal.
  3. Adanya CD-CD khusus untuk menghapal AlQuran. Dr. Kamil menggunakan bacaan tilawah dari Al-Husari menurut beliau memiliki makhrojul huruf bagus dan jelas.

Sebagai anak-anak, adalah sebuah hal biasa ketika mereka sangat suka bermain. wajar saja hal alami dan sebaiknya tidak dilarang. Anak-anak Dr. Kamil pun suka bermain. Mereka boleh bermain. Namun, perlu ditekankan pada anak-anak adalah bahwa setiap kegiatan ada waktunya. Segala sesuatu ada waktunya demikianlah cara membagi waktu bermain dan menghapal.

Secara pribadi, Dr. Kamil berpendapat bahwa anak-anak bermain sepanjang hari merupakan kealahan. Begitu pula dengan pendapat bahwa masa anak-anak adalah masa bermain. Metode Tabarok ini mungkin hanya satu dari sekian banyak metode menghapal AlQuran ada. Namun, pemaparan oleh Dr. Kamil ini sungguh menjadi sebuah inspirasi berharga untuk saya pribadi dalam usaha untuk memperdalam AlQuran secara konsisten.

Semoga hal sama bisa diterapkan kelak di dalam keluarga kita. Amin..