Orang Kegemukan Sering Kena Penyakit Ini

Orang yang kegemukan  mengeluhkan masalah berat badan, kesulitan beraktivitas, atau kegagalan berulang dalam usaha mencapai berat badan normal. Selain itu orang kegemukan juga memiliki gangguan makan seperti kecenderungan makan sebanyak-banyaknya, selalu merasa kurang kenyang atau selalu mencari makanan, hingga Night Eating Syndrome (ketika seseorang makan lebih banyak setelah lewat waktu makan malam dan kesulitan tidur kecuali ia telah makan).

Selain gangguan makan, sering kali mereka juga mengeluhkan gejala terkait penyakit akibat obesitas, antara lain:

  • Pernapasan: Obstructive sleep apnea (OSA), yang bergejala mendengkur saat tidur atau henti napas saat tidur; peningkatan infeksi saluran napas; asma bronkial; sindroma hipoventilasi
  • Keganasan (kanker): Obesitas meningkatkan kemunculan kanker endometrium, prostat, usus besar, payudara, kantong empedu, dan paru
  • Psikologis: Stigma sosial, depresi
  • Jantung dan pembuluh darah: Penyumbatan pembuluh darah arteri koroner, hipertensi esensial, pembesaran jantung, kardiomiopati, dan hipertensi pulmonal
  • Sistem saraf pusat: Stroke, hipertensi intrakranial idiopatik, dan meralgia paresthetica
  • Kehamilan: Hipertensi terkait kehamilan, makrosomia janin, dan distosia panggul
  • Saluran pencernaan dan hati: Penyakit kantong empedu, perlemakan hati, dan refluks esofagitis
  • Ortopedi: Radang sendi, sakit pinggang kronis
  • Metabolisme: Diabetes melitus tipe 2, pradiabetes, sindrom metabolik, dan peningkatan kadar kolesterol
  • Reproduksi: Pada wanita di antaranya anovulasi, pubertas dini, infertilitas, hiperandrogenisme, dan sindroma ovarium polikistik (PCOS). Pada pria termasuk hipogonadisme hipogonadotropik
  • Kulit: Intertrigo (bakteri dan/atau jamur), peningkatan risiko untuk selulitis dan bisul
  • Ekstremitas: Varises vena, vena ekstremitas bawah dan/atau edema limfatik

Ketika dewasa, anak yang mengalami obesitas juga memiliki peningkatan obesitas dewasa, kematian dini, dan kecacatan. Di samping peningkatan risiko di masa depan, anak yang obesitas juga dapat mengalami kesulitan bernapas, peningkatan risiko patah tulang, hipertensi, awal penyakit jantung dan pembuluh darah, resistensi insulin, serta dampak psikologis.

Selain itu, penderita obesitas juga mengalami kesulitan dalam mobilisasi dan menjaga kebersihan pribadi. Keluhan-keluhan di atas membutuhkan evaluasi lanjutan dari tenaga medis profesional agar dapat dilakukan tata laksana yang tepat dan diperoleh kualitas hidup yang baik.

Leave a Comment