Manfaat System Stabilizer Listrik di Rumah

Bagian dari aksesoris listrik ini memiliki perbedaan definisi jelas, secara manfaat, sebuah stabilizer adalah sebagai penstabil tegangan, sementara system kerja stabilizer merupakan sebuah alur dimana arus dan tegangan yang tak stabil tersebut diakumulasikan kemudian keluar menuju perangkat elektronik dengan arus yang stabil dan sesuai.

Stabilizer-Listrik
Terlepas dari itu, keduanya memiliki peran yang cukup penting untuk menjaga perangkat elektronik yang tidak memiliki penahan arus built-in. Sumber tegangan listrik yang kerap turun naik baik sumber listrik rumahan atau generator tentu diperlukan sebuah penstabil agar proses konsumsi perangkat elektronik lebih maksimal dan terjaga. Jika melalui generator, gunakan stabilizer untuk genset.

Keduanya yakni manfaat stabilizer listrik dan system kerja stabilizer listrik tentu tak bisa dilepaskan karena masing-masing memiliki peran yang amat penting. Jika terjadi kelebih beban arus dan tak tersedia penstabil maka tak menutup kemungkinan peralatan rumah Anda yang terhubung dengan arus listrik akan rusak perlahan atau bahkan saat itu juga error. Nah, untuk menjaga hal tersebut diperlukannya sebuah alat yang mampu menstabilkan tegangan arus listrik yang masuk menuju peralatan elektronik rumah Anda, itulah stabilizer.

System Kerja Stabilizer

Pada dasarnya system kerja alat ini sama dengan perangkat elektronik lainnya, yakni memerlukan kondisi arus listrik yang stabil saat beroperasi. Artinya arus listrik yang dikonsumsi oleh stabilizer harus sudah dalam kondisi stabil.

System-Kerja-Stabilizer-Listrik

Dalam manfaat stabilizer listrik dan system kerja stabilizer listrik secara teori, ada dua faktor penentu nilai kapasitas dari sebuah stabilizer. Pertama, nilai kapasitas dari konsumsi daya perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Kedua, nilai kapasitas untuk stabilizer itu sendiri.

Jadi, seandainya kita hendak menggunakan manfaat stabilizer dan jenisnya untuk menstabilkan konsumsi daya sebuah perangkat elektronik, kedua nilai tersebut harus kita ketahui dan jumlahkan guna mendapatkan nilai total kapasitas minimal stabilizer, termasuk memilih variant stabilizer.

Misalnya, jika kita hendak menstabilkan sebuah kulkas dengan konsumsi daya 150 Watt, diperlukan manfaat stabilizer listrik dengan minimal kapasitas 150 Watt + kapasitas untuk stabilizer itu sendiri. Logikanya secara sederhana, system kerja stabilizer listrik pasti membutuhkan dasar kapasitas area sebesar 150 Watt untuk mengakomodasi konsumsi daya kulkas.

Dalan manfaat stabilizer listrik dan system kerja stabilizer listrik, nilai ini tidak dapat diganggu-gugat karena memang sebesar itu kapasitas yang dibutuhkan oleh kulkas. Jika area untuk kebutuhan stabilizer sendiri adalah sebesar 25% dari total kapasitas, berarti 75% area yang tidak dapat diganggu-gugat merupakan bagian untuk kulkas.
Jadi manfaat stabilizer listrik dan system kerja stabilizer listrik mampu menganalogikan, dari 100% total kapasitas yang ada, 75% – nya merupakan bagian untuk kulkas sebesar 150 Watt dan 25% sisanya untuk stabilizer sebesar 50 Watt. Hitungan awalnya : (150 / 0,75) – 150 = 200 – 150 = 50 Watt.

Sehingga system kerja stabilizer listrik untuk menstabilkan kulkas dengan konsumsi daya sebesar 150 Watt adalah jenis stabilizer berkapasitas minimal 200 Watt. Jika dikonversi ke dalam satu VA (Volt Ampere) yang biasa digunakan pada stabilizer, maka nilai kapasitas tegangan arus 200 Watt akan menjadi : 200 / 0,8 = 250 VA.

Secara praktek, nilai hasil perhitungan besaran kapasitas tersebut seringkali (bahkan sama sekali) tidak dapat digunakan dan berakhir dengan kerusakan pada manfaat stabilizer listrik dan system kerja stabilizer listrik. Satu-satunya indikasi kesamaan mayoritas penyebab yang kerap ditemukan dari kerusakan-kerusakan tersebut adalah nilai kapasitas stabilizer di bawah/ lebih kecil dari nilai kapasitas listrik terpasang. Ingat! Stabilizer listrik murah tak selalu buruk tetapi tak mengetahui system kerja jauh lebih buruk.

Leave a Comment