Hyundai H1 Super Lega Seperti Rumah Berjalan

Hyundai pabrikan otomotif asal Korea memiliki produk H-1 yang secara kualitas ingin bersaing dengan produk Jepang Toyota Alphard. Hyundai H-1 masuk kedalam golongan big MPVyang berdimensi besar, cocok bagi keluarga besar yang membutuhkan kendaraan kedua.

Hyundai H-1 Versi Baru
Versi awal hyundai h-1 mungkin kurang diminati karena kurang bertenaga, belakangan Hyundai Indonesia memasarkan varian H-1 versi diesel A-2.5 CRDi yang merupakan penyempurnaan versi sebelumnya. Model ini bahkan telah dirakit di Indonesia sehingga memiliki keuntungan dalam harga dan fasilitas warranty yang mencapai 5 tahun.

Seharusnya sejak awal Hyundai Indonesia ikut menjual varian CRDi, seperti yang dilakukan banyak negara di Eropa dan Australia. Bahkan di China, dimana H-1 menguasai 20% perolehan pasar di katagorinya, versi CRDi memegang peran penting.

H-1 CRDi terbaru yang dijual di Indonesia sejak Februari 2010 merupakan generasi kedua yang muncul pertama kali di Korea pada 2007. Di Malaysia (Namanya Hyundai Starex), kendaraan ini dikatagorikan sebagai MPV mewah karena beberapa fasilitas dan fitur yang dihadirkan.

Sejauh ini, sesuai penandatanganan Technical License Agreement (TLA) pada Maret 2009, hanya Indonesia yang mendapat hak merakit H-1 CRDi di Asean dan diizinkan menjualnya ke negara-negara di kawasan regional oleh Hyundai Motor Company.

H-1 generasi kedua jauh lebih segar, baik dalam desain dan teknologi, ketimbang model generasi pertama. Pada model terbaru ini Hyundai telah mengadopsi mesin berteknologi canggih CRDi (Common Rail Direct Injection) dengan Variable Geometry Turbocharger (VGT).

Teknologi CRDi sendiri diperkenalkan sejak November 2004. Mesin yang lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan torsi lebih besar pada rpm rendah ini dikembangkan Hyundai di Detroit Diesel, AS yang dibangun atas kerjasamanya dengan Fiat pada 1997. Dibanding mesin diesel turbo intercooler biasa, CRDi yang memanfaatkan tekanan injektor 1.350 bar, lebih efisien sekitar 15%.

Desain H-1 Baru
Secara keseluruhan desain Hyundai H-1 memberi warna baru pada kendaraan van besar seukurannya. Tak seperti pesaingnya dari Jerman, H-1 menawarkan sedikit pahatan lebih atraktif berupa tekukan-tekukan bodi yang tajam. Hal ini dapat dilihat pada garis lengkung di atas fender depan dan belakang, serta alur garis yang ditarik dari pintu depan dan berujung di lampu utama.
Lampu depan membesar dengan grill lebar adalah ciri utama yang membedakan H-1 generasi kedua dengan pendahulunya. Lewat tampilan ini pula H-1 terasa ingin mengejar rival terdekatnya dari Jepang, Toyota Alphard.

Hyundai H-1 CRDi yang dijual di Indonesia disediakan dalam dua pilihan varian, yaitu Elegance dan XG yang dibedakan berdasakan jumlah fitur. Pada varian XG yang saya uji beberapa hari lalu, terdapat berbagai fitur unggulan, seperti layar monitor gantung, global positioning system (GPS), wood grain panel, lampu depan Xenon, dan head unit Kenwood Double Din.
Seluruh fitur tersebut jelas istimewa dan umumnya hanya diberikan pada mobil-mobil sekelas premium.

Performa dan Pengendalian
Sesungguhnya H-1 A-2.5 CRDi adalah mobil panjang dan lebar, serta berat. Namun ketika dikendarai, van ini tidak menujukkan kesan sulit dan lambat. Sebaliknya, H-1 mampu menunjukkan kekuatan torsinya yang mencapai 392 Nm pada 2.000-2.500rpm melalui akselerasi yang responsif. Pendeknya, H-1 CRDi seperti rasa dibekali mesin V6 bensin.

Saat diuji dijalur menanjak melintasi jalur berkelok menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali, misalnya, H-1 mudah mendahuli kendaraan dengan kecepatan yang terbilang tinggi. Berhenti di tengah tanjakan, lalu memulai kembali akselerasi juga bukan masalah bagi H-1 CRDi.

Sistem transmisi 5-speed otomatis pada varian XG juga sangat membantu. Menu shiftronic–memainkan tuas transmisi bergaya manual–membuat lebih leluasa mengatur performa terbaik sesuai kebutuhan berkendara.

Berkali-kali menu shiftronic dimainkan, terutama saat di jalan menanjak dan menurun, serta ketika ingin mendahuli kendaraan. Bahkan sesekali menainkan shiftronic sebagai engine brake sebelum melakukan pengereman keras.

Sistem kemudi Hydraulic Power Assisted, Rack & Pinion juga patut diacungi jempol. Walau terasa agak berat, namun ini adalah karakter positif untuk van besar seukuran H-1. Melalui sistem kemudi yang terukur ini H-1 mudah dikendalikan layaknya sebuah minivan.

Kemudahan pengendalian H-1 jelas juga didukung oleh luasnya visibilitas pengemudi. Lewat posisi duduk yang tinggi, ditambah jendela depan lebar, serta penempatan sudut pilar A yang rendah, pengemudi memiliki pandangan jauh ke depan dan ke samping.

Fitur menarik lain yang membantu kemudahan pengendalian adalah tersedianya kamera CCTV di belakang. Dengan fitur ini pengemudi bisa melihat berbagai obyek di belakang melalui layar monitor di dashboartd saat sedang parkir.
Fungsi, Kenyamanan dan Keselamatan

H-1 A-2.5 CRDi memiliki susunan bangku yang bisa dikonfigurasi untuk sembilan atau enam penumpang. Ketika disusun untuk enam penumpang, kabin H-1 menjadi sangat istimewa karena di setiap baris akan terdapat sebuah meja, lengkap dengan sepasang cup holder.

Hebatnya, karena bangku berdiri di atas rel dan bisa digeser, ruang kaki penumpang dapat diatur sesuai ukuran personal yang ingin duduk di sana. Ruang kaki yang lapang tatkala mencoba duduk di bangku baris ketiga–tanpa mengganggu kenyamanan penumpang di baris kedua.

Secara keseluruhan, baik penumpang dan pengemudi, diberikan keleluasaan gerak di kabin H-1. Bahkan ruang kargo yang ada di balik bangku ketiga, cukup untuk mengangkut barang-barang keperluan berlibur.

Hanya sistem suspensi Rigid Axle 5-link di belakang yang agak keras. Tujuannya untuk menopang bobotnya yang tinggi dan meminimkan roll-over bodi. Namun, setting suspensi ini telah mengorbankan sedikit kenyamanan saat H-1 melindas lubang jalan.

Pada sektor keselamatan, H-1 CDRi memberikan fitur electronic stability programme (ESP) dan antilock brakes (ABS) di keempat rodanya, dimana seluruhnya mengaplikasi cakram berventilasi 16-inci. Dengan sistem rem ini H-1 CRDi sanggup memberikan daya henti lebut, namun juga bisa direspon agresif tatkala pengemudi ingin melakukan pengereman keras.

Nilai dan Harga
Hyundai kini mulai menjadi ancaman bagi Toyota, General Motors dan Volkswagen, setelah konsumen Amerika Serikat dan Eropa banyak memburu mobil Korea Selatan itu.

Ketertarikan konsumen AS dan Eropa pada Hyundai merupakan bagian dari gambaran manufaktur ini dalam menyediakan kendaraan berkualitas, harga murah, termasuk sistem keselamatan yang baik. Apalagi, seperti kita ketahui, konsumen kendaraan di AS dan Eropa sangat kritis bila menyinggung masalah keselamatan.

Hyundai H-1 A-2.5 CRDi yang dibandrol dengan harga Rp 378 juta (Elegance M/T), Rp 400 juta (Elegance A/T), dan Rp 417 juta (XG A/T) tergolong mobil berharga kompetitif. Harga-harga ini praktis hanya setengah lebih murah dari bandrol yang ditawarkan para pesaingnya dari Jerman dan Jepang.

Dan untuk nilai sebesar itu, Anda telah mendapatkan fungsi yang sama, plus sebuah mesin diesel canggih hemat bahan bakar.

Leave a Comment