Fenomena Game Pokemon Sukses Mendunia

Permainan Pokemon begitu menyita perhatian banyak kalangan. Game pokemon sangat inovatif dan sensasi yang ditimbulkannya menjadi fenomena baru. Ternyata John Hanke sang pencipta pokemon go, telah merancang ini sejak 20 tahun yang lalu.

Memang game Pokemon sudah ada dari tahun 1990 yang diciptakan Satoshi Tanjiri yang memiliki hobi mengumpulkan serangga. Namun karena tempat ia mengumpulkan serangga akhirnya dijadikan bangunan apartemen, ia beralih memainkan video game dan arcade dan dari kesukaannya bermain game inilah ia kemudian menciptakan permainan pokemon.

Selanjutnya Permainan Pokemon pun terus berkembang hingga muncul Pokemon Go yang dikembangkan oleh Nintendo dan bekerja sama dengan CEO John Hanke dari perusahaan Niantic.

penemu-game-pokemon-go

Awal pokemon go saat google meluncurkan video lelucon pada April Mop 2014 berjudul Pokemon Challenge untuk Google Maps lengkap dengan video promosi dengan mengundang pengguna untuk menemukan dan menangkap monster fiksi itu dalam aplikasi. Fitur yang aktif untuk sementara waktu sebelum dimatikan.

CEO Niantic Labs John Hanke menganggap hal tersebut secara serius. Dia bertanya pada Direktur Asia Pasifik untuk Niantic Masashi Kawashima, apakah permainan tersebut dapat dilakukan didunia nyata. Hingga akhirnya pada tahun ini permainan itu melesat dengan menggabungkan dunia pocket monster (Pokemon) pada lokasi permainan yang terasa nyata di lingkungan kehidupan sehari-hari melalui smartphone.

John Hanke yang merupakan lulusan dari University of Texas, Austin dan meraih gelar MBA dari Haas School of Business di University of California, Berkeley ini telah selama 20 tahun mengejar passion-nya untuk dapat memetakan dunia. Dan melalui Pokemon Go inilah ia berhasil menggabungkan games augment realty dan juga sistem GPS yang dapat memetakan suatu lokasi

Lalu siapakah John Hanke yang telah melejitkan games fenomenal Pokemon Go ini?

John Hanke saat ini menjadi CEO dari Niantic Labs. Ia dibesarkan di Cross Plains Texas. Sebelum sekolah bisnis, dia bekerja di luar negeri untuk Pemerintah AS di Washington, DC, dan Myanmar.

Tahun 1996, John Hanke sebagai co-creat, menciptakan sebuah MMO (massively multiplayer online game) pertama yang diberi nama Meridian 59. Tapi kemudian dia menjual game tersebut kepada 3DO.

Salah satu cita-cita dan passionnya adalah memetakan dunia. Tahun 2000, John meluncurkan Keyhole yang menghubungkan peta dengan foto udara. Dia lantas menciptakan peta dunia yang mengikutsertakan GPS yang terhubung pada foto udara tiga dimensi. Dulu, dia yang pertama membuat peta canggih ini.

Keyhole merupakan cikal bakal Google Earth dimana sebelum membuat Google Earth, Google terlebih dahulu membeli Keyhole. Sejak saat itulah, dia bertekad untuk fokus pada game yang berbasis GPS.

“Saya selalu berpikir bahwa saya bisa membuat game canggih dengan menggunakan data GPS yang kita miliki. Penggunaan ponsel yang semakin berkembang menjadi peluang besar untuk mengembangkan game petualangan yang bisa terkoneksi dengan dunia nyata,” tutur Hanke.

Perhatian Jhon Hanke pada pemetaan terus berjalan seiring pada tahun 2004 ia menjalankan tim Google Geo hingga tahun 2010. Selama enam tahun, dia dan timnya membuat Google Maps dan Google Street View.

Tahun 2010, dia lantas meluncurkan Niantic Labs. Pada saat itu masih Niantic masih sebuah startup yang didanai Google. Bersama Niantic Labs, dia dan timnya membuat sebuah game pada peta. Dua tahun kemudian, Niantic membuat MMO berbasis geo pertama yang disebut dengan Ingress.

John akhirnya memutuskan untuk membangun Pokemon Go pada sebuah titik pertemuan yang dibuat para pemain Ingress. Titik temu yang paling populer akhirnya menjadi Pokestops dan gyms di Pokemon Go.

John menghasilan $25 juta atau sekitar Rp 326 miliar dari Google, Nintendo, Perusahaan Pokémon dan investor lainnya dari Desember 2015 hingga Februari 2016 untuk membentuk sebuah tim. Ada lebih dari 40 anggota tim yang bekerja demi meluncurkan Pokemon Go tahun ini.

Beberapa isu yang sempat beredar dimedia sosial bahwa pokemon berasal dari istilah Yahudi masih perlu dibuktikan kebenarannya. Pokemon dan berbagai figur serta nama-namanya menggunakan bahasa Jepang.

Leave a Comment