Fenomena Awan Cumulonimbus Menurut Al Qur’an

Awan Cumulonimbus yang diduga penyebab jatuhnya pesawat AirAsia ternyata sudah dijelaskan tentangnya dalam Al Qur’an sejak 1400 tahun lalu. Padahal waktu itu belum ada teknologi satelit canggih seperti saat ini. Berikut adalah penjelasan Al Quran perihal awan Cumulonimbus.

Dalam Al Quran Surat AnNur 24: 43 :

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya, kemudian Allah menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (awan Cumulus Nimbus seperti) gunung-gunung tinggi, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dihindarkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.

Terbukti juga hanya pilot AirAsia QZ8501 yang melihat awan Cumulonimbus, padahal ada 6 pesawat lain yang sama-sama berada di lokasi awan itu. Maka Alquran sekali lagi telah menunjukan sebuah ilmu yang baru diketahui saat ini.

Para ahli dirgantara mengatakan dalam awan Cumulonimbus terdapat butiran es yang menyebar, dan badai petir yang mengkilat, kalau butiran es itu masuk ke engine maka dapat menyebabkan engine mati.

Pakar uji terbang dari FlightFocus Setyo Soekarsono, mengatakan pesawat tak akan bertahan di dalam pusaran awan cumulonimbus yang sangat dingin dan bermuatan petir. Pesawat yang terjebak awan cumulonimbus akan kehilangan ketinggian dengan sangat cepat. Ia mengibaratkan pesawat di dalam awan cumulonimbus layaknya kertas yang diombang-ambing angin.