Manfaat Daun Sirih Sebagai Obat Herbal Alami

Daun sirih yang merupakan warisan yang semakin lama ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Kandungan daun sirih tersebut memiliki kemampuan untuk mematikan bakteri, mematikan jamur, dan juga memiliki peranan sebagai antioksidan.targiol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpen, seskuiterpen, fenilpropan dan tanin.

Daun sirih yang berasal dari tanaman Piper betle mengandung minyak atsiri yang terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, es

Daun sirih seperti daun-daun pada umumnya, namun walaupun begitu banyak orang percaya bahwa daun sirih memiliki manfaat dan khasiat yang tidak boleh disepelekan. Daun sirih memiliki antiseptik hampir diseluruh bagiannya, hal inilah yang membuat daun sirih menjadi sangat bermanfaat untuk pengobatan herbal.

Mungkin masih ada juga orang yang meragukan khasiat dari daun sirih ini karena seringkali manfaat daun sirih hanya kita dengar dari orangtua saja, namun sebenarnya kegunaan akan daun sirih dalam pengobatan herbal sudah teruji secara klinis, bahkan sampai saat ini penelitian tentang tanaman ini masih terus di kembangkan.

Antiseptik yang terkandung dalam daun sirih pun tidak biasa, pada daun sirih terkandung 5 kali lipat antiseptik dari pada antiseptik pada fenol biasa. hal ini dikarenakan antiseptik yang terdapat pada daun sirih berasal dari turunan zat fenol yang disebut kavikol, yang memiliki kemampuan lebih dari fenol biasa.

Dan berikut ini adalah manfaat dan khasiat daun sirih untuk pengobatan tradisional :

Obat Mimisan (Hidung Mengeluarkan darah)
Ketika hidung anda mengeluarkan darah, maka segeralah mencari daun sirih yang kemudian silahkan anda gulung, dan sedikit di remas-remas sampai keluar sedikit ekstrak daun sirihnya, lalu masukkan gulungan daun sirih tersebut untuk menyumbat hidung anda.

Obat Batuk
Air rebusan daun sirih juga dapat anda gunakan sebagai obat batuk, yakni dengan cara rebus beberapa lembar daun sirih dengan 3 gelas air, biarkan mendidih sampai hanya tersisa satu gelas rebusan daun sirih, lalu minum air rebusan tersebut sebanyak 3 kali sehari sampai batuk reda, ada dapat menambahkan madu untuk memperkuat khasiat penyembuhannya.

Mengatasi Gusi Berdarah
Air rebusan daun sirih juga dapat anda gunakan untuk mengatasi gusi yang berdarah, yakni cukup gunakan air rebusan daun sirih untuk berkumur sebanyak 3 kali sehari.

Menghilangkan Jerawat
Daun sirih juga memiliki khasiat yang sangat ampuh dalam mengatasi masalah jerawat pada wajah anda, yakni dengan cara tumbuk 10 lembar daun sirih sampai halus kasar kemudian seduh dengan 2 gelas air mendidih, tunggu sampai dingin lalu gunakan air tersebut untuk membilas wajah anda! lakukan secara rutin 2-3 kali sehari.

Mengobati Bisul
untuk masalah bisul, cukup dengan mengoleskan hasil tumbukan halus daun sirih yang telah dibersihkan ke permukan yang terdapat bisul.

Korengan dan Gatal-gatal
Rebus 20 lembar daun sirih sampai mendidih, biarkan air sampai agak dingin (hangat) dan gunakan air rebusan tersebut untuk membasuh bagian tubuh yang terkena korengan dan gatal-gatal.

Menghilangkan Bau Mulut
Bau mulut terkadang membuat kita tidak nyaman ketika sedang berbicara dengan orang lain, dan untuk mengatasi masalah tersebut anda dapat menggunakan daun sirih sebagai pilihan. Anda dapat mengunyah daun sirih secara langsung sampai beberapa menit, dan lalukakn secara rutin. Atau dapat juga dengan menggunakan air rebusan 5-6 lembar daun sirih untuk berkumur, dan lakukan tiap pagi dan sore hari.

Jangan Gunakan Daun Sirih Untuk Mata
Meskipun telah terbukti memiliki sifat antiseptik, namun hindarilah penggunaan air rebusan daun sirih untuk membersihkan mata. Terlebih jika dalam pemrosesannya tidak terjamin kebersihan dan kesterilan dari ekstrak daun sirih yang dihasilkan sehingga penggunaannya justru akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi mata.

Cairan hasil rebusan daun sirih akan menghasilkan ekstrak daun sirih berwarna kuning muda kehijauan dan bersifat asam, dengan pH ± 4. Semakin banyak daun sirih yang direbus, maka tingkat keasaman cairan rebusannya akan bertambah.

Paparan cairan yang bersifat asam ini akan bereaksi dengan air mata yang melapisi permukaan mata, yang selanjutnya akan menimbulkan perubahan pH (tingkat keasaman) di permukaan mata menjadi lebih asam.