Bacalah Surat Ar Rahman Keajaiban Luar Biasa

Diantara keajaiban yang luar biasa dalam al- Qur’an, khususnya Surat Ar Rahman. Sudah maklum bahwa firman Allah ta’alaa berbunyi;

فَبِأَيِّ آﻵءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ “fa biayyi aalaa-I robbikumaa tukadz-dzibaan”(Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi, yang kamu dustakan?)

 

Ayat ini disebutkan dalam surah “Ar-Rahmaan” sebanyak 31 kali. Pengulangan ayat tersebut diklasifikasikan sebagai berikut;

8 kali diantaranya:  Setiap ayat-ayat tersebut disebutkan setelah Allah azza wa jalla berfirman dengan ayat-ayat-Nya yang menunjukkan keagungan dan kekuasaan-Nya baik di alam ini maupun dalam diri manusia.

7 kali diantaranya:  Setiap ayat-ayat tersebut disebutkan setelah Allah ‘azza wa jalla berfirman dengan ayat-ayatnya yang menunjukkan tentang peringatan dan ancaman terhadap siapa saja yang ingkar dan mendustai ayat-ayat yang 8 sebelumnya atau salah satu diantaranya.

8 kali berikutnya:  Sisebutkan untuk memberi kabar gembira bagi “siapa saja yang takut terhadap kebesaran Tuhannya” dan juga menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dan beriman dengan seluruh ayat-ayat Allah.. untuknya dua surga.

Selanjutnya permulaan ayat 36 sampai akhir ayat 61 memaparkan tentang gambaran dua buah surga tersebut dan apa saja yang ada di dalamnya berupa bermacam-macam nikmat yang membuat manusia bahagia dan memotivasi mereka untuk taat terhadap Allah.

8 kali berikutnya :  Disebutkan untuk memberi kabar gembira bagi (siapa saja yang takut terhadap kebesaran Tuhannya) dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dan beriman kepada seluruh ayat-ayat Allah.. bahwa untuk mereka ada dua surga yang lain yang menjadi bonus dari dua surga sebelumnya, sebagai bentuk penghormatan dan anugerah untuk para wali-Nya yang sholih.

Selanjutnya permulaan ayat 62 sampai akhir ayat 78 (akhir surah) memaparkan tentang gambaran dua surga tersebut begitu juga apa saja yang ada di dalamnya berupa kenikmatan yang membahagiakan manusia dan memotivasi mereka untuk taat terhadap Allah.

Semoga Allah menolong kita sehingga kita menjadi golongan hamba-Nya yang takut terhadap kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu sebagai bentuk ketaatan terhadap Allah dan mendekatkan diri keharibaan-Nya. Aamiin.

Leave a Comment