Awas Panjang Pendek Harakat Merubah Makna dan Arti Alquran

Mempelajari bahasa arab harus benar benar memahami panjang pendek harakat hurufnya. Beberapa huruf dalam tulisan arab yang kalau dibaca panjang akan memiliki arti yang berbeda dengan keadaannya saat dibaca pendek. Dalam beberapa kasus Bahkan artinya berkebalikan makna bila asal membacanya. Kita akan memberikan contoh adalah huruf LAM (ل).

Jika huruf LAM ini dibaca pendek saja dan tidak diberi alif di depannya, maka artinya adalah SUNGGUH. Seperti yang di pelajari dalam ilmu nahwu dengan istilah Huruf Lam Taukid.

Namun, jika huruf LAM ini dibaca panjang (diberi huruf alif didepannya, menjadi “لا”), maka artinya berubah menjadi JANGAN atau TIDAK. HURUF LA “لا” yang bermakna TIDAK dikenal dengan istilah HURUF LA NAFI, sedangkan yang bermakna JANGAN dikenal dengan istilah HURUF NAHI.

Oleh karena itu, kita harus teliti dalam membacanya. Terutama saat membaca Al-Qur’an. Jangan sampai makna ayat yang kita baca jadi berbeda jauh dari yang sebenarnya.

Misalnya, terkadang ada seorang imam dalam sholat membaca ayat ke- 5 dari QS. Adh-Dhuhaa begini:

و لا سوف يعطيك ربك فترضى

Padahal yang benar mestinya begini:

و لسوف يعطيك ربك فترضى

Kalau yang pertama tadi artinya: “Dan kelak Tuhan-mu TIDAK akan memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.”

Adapun yang kedua (yang benar) artinya: “Dan kelak Tuhan-mu SUNGGUH pasti akan memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.”

Beda banget kan artinya ?!!

Atau, dalam QS. Al-Kaafiruun ayat 2, jangan sampai kita membacanya begini:

لأعبد ما تعبدون

Sebab, maknanya menjadi: “Aku SUNGGUH akan menyembah apa yang kamu sembah”.

Mestinya kita baca begini:

لا أعبد ما تعبدون

Sehingga artinya menjadi: “Aku TIDAK akan menyembah apa yang kamu sembah”.

Ini hanya sekadar contoh. Semoga semakin membuat kita semangat untuk BELAJAR BAHASA ARAB, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan yang seperti ini. Minimal lebih terjaga.